My Lonely Cake
Pohon itu adalah pohon yang penuh
dengan kenangan dan angan-angan. Daunnya adalah sebuah harapan dan impian yang
kini telah terwujud. Namun, bunganya telah gugur mendahului Sang Bayu yang
berhembus. Di sana, dulu kami selalu tertawa bersama, bercerita, menulis,
membaca, bahkan menangis bersama-sama.
Dia…
Dialah orang pertama yang selalu
tahu apa yang sedang kurasakan, aku sedang jatuh cinta, bersedih, bahagia ,
kagum dengan sesuatu, dan hal-hal lainnya yang tidak nyata dariku yang
tiba-tiba terungkap.
Hingga pada suatu hari aku terkejut, bukan karena hal baru yang ada,
tetapi pada kenyataan dalam setiap nafas yang kuhembus. Ketika itu aku terbangun
dari tidurku dan seperti biasa aku selalu mendenganr suara lonceng berbunyi.
Lonceng misterius di atap rumahku.
Namaku Jingga Inayata dan ini
sahabatku Cerry Ulviatin Na’imah. Kami sangat dekat, hingga tak ada satu hal
pun yang akan memisahkan kami. Diantara banyak hal yang kami lakukan, hal yang
paling kami sukai adalah duduk di bawah pohon rindang, sambil melukiskan
imajinasi kami di awan-awan yang tebal di atas langit biru itu. Pohon ini
adalah saksi dari semua hal yang pernah kami lakukan bersama. Hingga suatu hari
tercetus ide segar yang fantastis dan aneh yang belum pernah kami lakukan,
yaitu menjual sesuatu buatan kami sendiri. Mula-mula kami bingung apa yang
harus kami jual, tapi pada suatu hari kami melihat seorang wanita sedang duduk
di sebuah bangku dengan menikmati sebuah cup cake coklat yang terlihat sangat
lezat. Dari situ tercetuslah ide kami untuk membuat cupcake “JiCiy” singkatan
dari Jingga dan Cerry.
Ternyata JiCiy buatan kami laku
keras. Kami menjualnya di kantin, kelas-kelas sekolah kami, bahkan ruang guru.
Mereka semua menyukai JiCiy, karena menurut mereka cup cake kami rasanya
berbeda dangan cup cake lainnya, seperti yang dikatakan salah satu dari bapak
guru kami, Pak Libas namanya “cup cake kalian rasanya unik sekali, saya jadi pengen tambah lagi”.
Kamipun sangat senang mendapat pujian seperti itu, kami jadi tambah bersemangat
untuk menjual JiCiy ciptaan kami.
Namun suatu hari sesuatu yang tak
kuinginkan terjadi, mendung itu datang, dan bunga jatuh bertebaran mengiringi
angin yang sedang berhembus. Sore itu aku mendapatkan telfon dari mamanya
Cerry, beliau mengatakan bahwa Cerry tidak bisa lagi melanjutkan sekolah
bersamaku dan harus pindah di sekolah lain. Seketika aku merasa ada beban berat
di kepalaku, aku bingung, linglung dan dadaku terasa sangat sesak. Aku tak
menyangka, kenapa ini semua sangat mendadak dan misterius. Saat aku bertanya
kenapa Cerry harus pindah, mamanya hanya menjawab bahwa Cerry harus pindah
sekolah karena papahnya juga dipindahtugaskan di luar kota. Namun, sebelum aku
bertanya lagi, telfon itu langsung ditutup, hanya bunyi tit…tit..tit.. yang
terdengar dari seberang.
Dua minggu kemudian….
Aku bangun tidur, namun pagi ini
aneh rasanya, sebenarnya bukan hanya pagi ini, tetapi semenjak mama Cerry
menelfonku dua minggu yang lalu. Lonceng itu tidak berbunyi lagi, aku berharap
lonceng itu akan berbunyi lagi, tapi ternyata itu hanyalah harapan kosong
semata.
Tapi, aku masih tetap berusaha untuk
menjalankan aktivitasku seperti biasanya, salah satunya adalah aku tetap
menjual cupcake JiCiy ku. Walaupun aku sekarang sendiri tanpa Cerry. Kata orang-orang
JiCiy ku tetap enak, jadi pelangganku tak berkurang, malah sekarang bertambah
lebih banyak.
Sebenarnya dalam lubuk hatiku yang
paling dalam aku sangat merindukan Cerry. Kadang aku menangis sendiri di bawah
pohon sambil mengenang masa-masa ketika aku bersama Cerry. Suatu hari,
terbersit dalam fikiranku untuk mencari tahu informasi tentang Cerry.
Setelah beberapa bulan……
Usahaku selama ini membuahkan hasil,
aku mendapatkan informasi tentang keberadaan Cerry, anehnya nara sumber yang
merupakan pembantu lama Cerry, pak Huda namanya, berkata bahwa Cerry sekarang
tinggal aman dan damai di sisi Tuhan,
Sang Maha Pengasih. Kemudian dia memberiku secarik kertas yang berisi alamat
kakak Cerry yang bertempat tinggal beberapa blok dari rumahku.
Disanalah air mataku mulai memancar,
aku merasa kehidupanku mulai redup, angankupun goyah, karena saat itu aku tahu
apa maksud ucapan pak Huda. Bahwa kini Cerryku hanyalah sebuah nama. Nama yang
akan selalu menjadi kenangan dalam hidupku.
Ternyata
selama ini keluarga Cerry menyembunyikan rahasia besar dariku, yaitu rahasia
tentang kematian Cerry. “Cerry kecelakaan di jalur tol, saat dia sedang
berbelanja untuk bahan membuat cup cake bersamamu” kata kakak Cerry, dengan
mata sedikit berkaca-kaca. Kemudian aku pergi ke makam Cerry dan mendo’akannya
agar dia tenang di alam barunya.
“Cer, namamu telah ku kenang dan ku
abadikan di sini. Di bawah pohon ini kubuatkan bangunan indah yang akan menjadi
tempat bisnis cup cake kita. Sekarang aku sendiri, tetapi itu hanya secara fisik,
karena secara batin, bayanganmu akan selalu bersamaku, kenangan-kenangan yang
pernah kita buat tidak akan dapat kulupakan dan sekarang cup cake JiCiy ini
kuubah menjadi “Cerry Cake”.
0 komentar on "JICY'S STORY"
Posting Komentar